Saturday, July 11, 2020

Setia Darma

Tambun, Setia Darma 2.
Kutitipkan rinduku di jantungmu,
Di sisi tembok merah muda.

Warung kelontong masih berdiri,
Suzuki menjual makanan kecil.

Kuhabiskan satu malam.
Diantara ribuan malam berjuntai.
Kutemukan dirinya,
Wajah cerah, gurat lelah..

Terima kasih malam ini,
Dahagaku satu dasawarsa punah..

Rdp, 12072020
©Arfel

Cadong

Lumpur mengendap,
Dalam botol minum kuning mengkilap.

Harum tanah di ujung lidah,
Tenggorokan basah..

Cadong datang! Cadong datang!
Seketika kami berubah jadi hewan garang!

Madang! Madang!
Namun lambung meminta pulang..

Ompreng terbang,
Lambung masih lapang..

Rdp, 05072020
-Arfel-

Disfungsi

Ada sekuntum rindu,
Masih tersimpan untukmu.
Meski 13 kalender lewat,
Namun rindu ini masih mengikat.

Aku ingin menulis kisah,
Tentang rindu yang masih dahaga.
Namun pena tak kunjung bisa,
Menulis sebait duka.

Aku tiada berani berharap,
Pada kuntum ini kau hinggap.
Terbanglah sekehendakmu,
Lebarkan sayap, menari di udara yang abu.

Rdp, 05072020
-Arfel-

Friday, July 10, 2020

Jatuh Cinta pada Gadis Impian

Mungkin sekilas terdengar aneh..

Namun hal itu benar terjadi pada Saya. Beberapa waktu yang lalu saya bermimpi bertemu seorang gadis, dia manja, dan entah kenapa dia selalu mengatur Saya seakan-akan kami sudah memiliki sebuah ikatan.

Segala tindakan Saya diaturnya, hingga tiba-tiba saya dengan agak jengah mengatakan 'ngatur-ngatur mulu sih?!'
Mendengar hal tersebut dia berkata dengan manja nya 'Tapi suka kan aku atur?'

Selesai dia berkata hal tersebut, tiba-tiba seperti ada es yang melumer dalam hati saya. Seperti ada perasaan lega, entah kenapa.

Begitu terbangun dari tidur saya, saya berulang kali memikirkan hal tersebut, hingga akhirnya saya mengambil keputusan untuk mencintai 'dia' yang pernah hadir dalam mimpi Saya.

Bukan tanpa sebab, tapi jujur saya sudah lelah mencintai manusia, jikapun saya mencintai, saya takut untuk menyakiti. Hal tersebut lah ang membuat saya mengambil keputusan untuk menghindari segala bentuk hubungan asmara dengan manusia.

Jika memungkinkan, Saya ingin bercinta dengan gadis di antara kabut ghaib yang menyelimutinya dan hidup dalam mimpi tersebut selamanya.

-Arfel-

Wednesday, July 8, 2020

Renungan Maghrib, 6 Juli 2020

Mendekati hari ulang tahun Sang Kupu-Kupu Biru, saya semakin sering bermimpi tentang beliau. Random, namun yang paling membekas adalah mimpi pada tanggal 5 Juli 2020, dimana dalam mimpi tersebut seperti merangkum segala kejadian yang pernah terjadi pada kami. Konflik keluarga, ketidak beranian saya kawin lari dengan beliau saat kami baru lulus sekolah, dan banyak kejadian yang tak bisa saya jelaskan disini, hingga akhirnya tiba-tiba kami sudah berada di pelaminan, dan (ajaibnya) beliau sudah menjadi mualaf. Namun ada hal yang mengagetkan saya sehingga terbangun dari mimpi yang begitu indah tersebut. 

Yaitu ketika kami akan melangsungkan ijab kabul, tiba-tiba sosoknya berubah menjadi adik sepupu nya yang dahulu pernah berada satu rumah dengan beliau. Pada saat saya menyadari hal tersebut, saya sudah berada di posisi penghulu, akan menikahkan adik sepupu nya tersebut dengan laki-laki yang tidak saya ketahui. 
Mungkin saja ini pertanda dari-Nya bahwa beliau akan melangsungkan pernikahannya dalam waktu dekat ini. Entahlah, namun jika memang hal tersebut benar terjadi, 

Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau dan calon suaminya. Karena untuk saat ini, dan di kemudian hari, tujuan hidup saya hanyalah untuk kebahagiaan Sang Kupu-Kupu Biru, dan kebahagiaan Mama serta adik saya. 

Semoga Allah mengabulkan tujuan hidup saya ini. Amiin...

Kepada Kakak

Aku pernah ada di posisimu,
Mencoba menjadi panutan,
Menjadi tulang punggung bagi keluarga kita yang hanya bertiga.

Kini kau ambil alih semua,
Bukan inginmu,
Namun keadaan.

Sementara aku hanya mampu meneteskan air mata,
Kau melangkah meneteskan peluh, demi aku dan Mama.

Aku yang tertua,
Aku yang terpenjara.

RDP, 06062020
-Arfel-

Rajah Kata

Rotari menari,
Melukis seni di kanvas diri.
Sementara puisi bernyanyi,
Menulis asa di antara tragedi.

Amis darah..
Kata, kalimat terpecah.

Sunyi meletup,
Terbakar cahaya meredup.

Kita pahat waktu,
Darah, air mata jadikan batu...

Rdp, 21102019
-Arfel-