Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Friday, July 10, 2020

Jatuh Cinta pada Gadis Impian

Mungkin sekilas terdengar aneh..

Namun hal itu benar terjadi pada Saya. Beberapa waktu yang lalu saya bermimpi bertemu seorang gadis, dia manja, dan entah kenapa dia selalu mengatur Saya seakan-akan kami sudah memiliki sebuah ikatan.

Segala tindakan Saya diaturnya, hingga tiba-tiba saya dengan agak jengah mengatakan 'ngatur-ngatur mulu sih?!'
Mendengar hal tersebut dia berkata dengan manja nya 'Tapi suka kan aku atur?'

Selesai dia berkata hal tersebut, tiba-tiba seperti ada es yang melumer dalam hati saya. Seperti ada perasaan lega, entah kenapa.

Begitu terbangun dari tidur saya, saya berulang kali memikirkan hal tersebut, hingga akhirnya saya mengambil keputusan untuk mencintai 'dia' yang pernah hadir dalam mimpi Saya.

Bukan tanpa sebab, tapi jujur saya sudah lelah mencintai manusia, jikapun saya mencintai, saya takut untuk menyakiti. Hal tersebut lah ang membuat saya mengambil keputusan untuk menghindari segala bentuk hubungan asmara dengan manusia.

Jika memungkinkan, Saya ingin bercinta dengan gadis di antara kabut ghaib yang menyelimutinya dan hidup dalam mimpi tersebut selamanya.

-Arfel-

Wednesday, July 8, 2020

Renungan Maghrib, 6 Juli 2020

Mendekati hari ulang tahun Sang Kupu-Kupu Biru, saya semakin sering bermimpi tentang beliau. Random, namun yang paling membekas adalah mimpi pada tanggal 5 Juli 2020, dimana dalam mimpi tersebut seperti merangkum segala kejadian yang pernah terjadi pada kami. Konflik keluarga, ketidak beranian saya kawin lari dengan beliau saat kami baru lulus sekolah, dan banyak kejadian yang tak bisa saya jelaskan disini, hingga akhirnya tiba-tiba kami sudah berada di pelaminan, dan (ajaibnya) beliau sudah menjadi mualaf. Namun ada hal yang mengagetkan saya sehingga terbangun dari mimpi yang begitu indah tersebut. 

Yaitu ketika kami akan melangsungkan ijab kabul, tiba-tiba sosoknya berubah menjadi adik sepupu nya yang dahulu pernah berada satu rumah dengan beliau. Pada saat saya menyadari hal tersebut, saya sudah berada di posisi penghulu, akan menikahkan adik sepupu nya tersebut dengan laki-laki yang tidak saya ketahui. 
Mungkin saja ini pertanda dari-Nya bahwa beliau akan melangsungkan pernikahannya dalam waktu dekat ini. Entahlah, namun jika memang hal tersebut benar terjadi, 

Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau dan calon suaminya. Karena untuk saat ini, dan di kemudian hari, tujuan hidup saya hanyalah untuk kebahagiaan Sang Kupu-Kupu Biru, dan kebahagiaan Mama serta adik saya. 

Semoga Allah mengabulkan tujuan hidup saya ini. Amiin...