Showing posts with label yuli ria ratnasari. Show all posts
Showing posts with label yuli ria ratnasari. Show all posts

Tuesday, December 28, 2021

Aku Rindu

Ria ..
Semalam Aku mimpi kamu...
Ria...
Aku Rindu....

-LCB, 29122021, 06:47-

Monday, July 13, 2020

Ria

Ria, 13 tahun sudah..
Ini pertama kali namamu ku tulis,
Dalam bait puisi.

Ria, paras kita berubah,
Pun usia, tubuh, dan wajah..
Berkarat ku sudah..

Ria, pesona mu masih sama,
Pun kenangan yang perlahan habis
Dimakan kutu benak.

Ria, selamat ulang tahun ke 31,
Saat nanti nafasku tinggal satu-satu,
Bahagiamu tetap berada di puncak tujuanku..

Rdp, 14072020
© Arfel

Saturday, July 11, 2020

Setia Darma

Tambun, Setia Darma 2.
Kutitipkan rinduku di jantungmu,
Di sisi tembok merah muda.

Warung kelontong masih berdiri,
Suzuki menjual makanan kecil.

Kuhabiskan satu malam.
Diantara ribuan malam berjuntai.
Kutemukan dirinya,
Wajah cerah, gurat lelah..

Terima kasih malam ini,
Dahagaku satu dasawarsa punah..

Rdp, 12072020
©Arfel

Disfungsi

Ada sekuntum rindu,
Masih tersimpan untukmu.
Meski 13 kalender lewat,
Namun rindu ini masih mengikat.

Aku ingin menulis kisah,
Tentang rindu yang masih dahaga.
Namun pena tak kunjung bisa,
Menulis sebait duka.

Aku tiada berani berharap,
Pada kuntum ini kau hinggap.
Terbanglah sekehendakmu,
Lebarkan sayap, menari di udara yang abu.

Rdp, 05072020
-Arfel-

Wednesday, July 8, 2020

Renungan Maghrib, 6 Juli 2020

Mendekati hari ulang tahun Sang Kupu-Kupu Biru, saya semakin sering bermimpi tentang beliau. Random, namun yang paling membekas adalah mimpi pada tanggal 5 Juli 2020, dimana dalam mimpi tersebut seperti merangkum segala kejadian yang pernah terjadi pada kami. Konflik keluarga, ketidak beranian saya kawin lari dengan beliau saat kami baru lulus sekolah, dan banyak kejadian yang tak bisa saya jelaskan disini, hingga akhirnya tiba-tiba kami sudah berada di pelaminan, dan (ajaibnya) beliau sudah menjadi mualaf. Namun ada hal yang mengagetkan saya sehingga terbangun dari mimpi yang begitu indah tersebut. 

Yaitu ketika kami akan melangsungkan ijab kabul, tiba-tiba sosoknya berubah menjadi adik sepupu nya yang dahulu pernah berada satu rumah dengan beliau. Pada saat saya menyadari hal tersebut, saya sudah berada di posisi penghulu, akan menikahkan adik sepupu nya tersebut dengan laki-laki yang tidak saya ketahui. 
Mungkin saja ini pertanda dari-Nya bahwa beliau akan melangsungkan pernikahannya dalam waktu dekat ini. Entahlah, namun jika memang hal tersebut benar terjadi, 

Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau dan calon suaminya. Karena untuk saat ini, dan di kemudian hari, tujuan hidup saya hanyalah untuk kebahagiaan Sang Kupu-Kupu Biru, dan kebahagiaan Mama serta adik saya. 

Semoga Allah mengabulkan tujuan hidup saya ini. Amiin...

Monday, May 25, 2020

73 Purnama

73 purnama terlewati sudah...
Semenjak kita terpisah...
Terpecah menjadi 2 keping hati...

Aku mulai lelah
Mengikuti kehendak hati
Yang kembali ingin memiliki

Aku mulai resah
Meratapi masa depan
Mungkinkah sajak ini tersampaikan?

Sang kupu terbang kesana kesini
Kembalikah ke pokok cemara?

RDP, 29052019
-Arfel-