Ada sekuntum rindu,
Masih tersimpan untukmu.
Meski 13 kalender lewat,
Namun rindu ini masih mengikat.
Aku ingin menulis kisah,
Tentang rindu yang masih dahaga.
Namun pena tak kunjung bisa,
Menulis sebait duka.
Aku tiada berani berharap,
Pada kuntum ini kau hinggap.
Terbanglah sekehendakmu,
Lebarkan sayap, menari di udara yang abu.
Rdp, 05072020
-Arfel-
No comments:
Post a Comment